Kelak…Wajah Sains Indonesia Berpusat di Cibinong dan Serpong

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan perlunya investasi untuk infrastruktur penelitian keanekaragaman hayati Indonesia.

“Fasilitas riset ini bisa mendorong hilirisasi iptek serta menjadi salah satu alternatif pendapatan negara,” jelas Bambang Brodjonegoro, saat mengunjungi fasilitas riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden, Cibinong Jawa Barat, melansir keterangan Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Sabtu, (9/11/2019).



Lebih lanjut dirinya berharap optimalisasi pembangunan infrastruktur riset di Cibinong Science Center-Botanical Garden juga Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) yang berada di Serpong. “Wajah sains Indonesia nantinya ada di Cibinong dan Serpong,” jelasnya.

Bambang juga berkesempatan meninjau fasilitas inkubator teknologi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek, laboratorium Biosafety Level-3 yang dikelola Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, juga Museum Zoologicum Bogoriense dan Indonesia Culture Collection (InaCC) yang dikelola Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Di inkubator teknologi, Bambang beraudiensi langsung dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan LIPI. Dalam kunjungannya ke laboratorium Biosafety Level-3, Bambang menandatangani peresmian fasilitas bangunan dan peralatan riset pengujian riset pangan yang ada di laboratorium yang didanai lewat skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementrian Keuangan RI.

Sementara di Museum Zoologicum Bogoriense, Bambang melihat beberapa spesimen koleksi dari lebih dua juta koleksi spesimen satwa Indonesia. Beberapa diantaranya adalah ikan purba ikan purba Coelacanth, kulit dan tengkorak harimau Jawa dan Bali yang telah punah, tengkorak badak Jawa dan gading gajah Sumatera.

Sedangkan di Indonesia Culture Collection, Bambang meninjau katalog koleksi di InaCC yang terdiri dari fungi, mikroalga, ragi (yeast), actinomycetes, archaea, bakteri, dan bacteriophage. Saat ini ada 4002 koleksi mikroba milik Pusat Penelitian Biologi LIPI, 343 koleksi dari lembaga pemerintah, 122 koleksi milik perguruan tinggi, 192 koleksi milik pihak luar negeri, serta 12 koleksi dari kalangan swasta.

Sumber: indopolitika.com

Posting Komentar

0 Komentar